ISO 16063-11 primary vibration calibration

ISO 16063-11 adalah Standar Internasional mengenai metode kalibrasi transduser getaran dan kejut, khususnya tentang kalibrasi getaran primer (primary vibration calibration) dengan laser interferometry.

Standar versi terbaru yang masih berlaku adalah terbitan tahun 1999 dengan judul berikut :

  • ISO 16063-11:1999 Methods for the calibration of vibration and shock transducers — Part 11: primary vibration calibration by laser interferometry

Peninjauan dan konfirmasi dari standar ini terakhir dilakukan pada tahun 2021, oleh karena itu versi ini masih dinyatakan tetap berlaku hingga saat ini.

Standar ISO 16063-11:1999

Sebagaimana tercantum dalam “Klausa Scope : Lingkup”, bahwa :

Bagian ISO 16063 ini menentukan instrumentasi dan prosedur yang akan digunakan untuk kalibrasi getaran primer akselerometer bujursangkar (dengan atau tanpa amplifier) untuk mendapatkan besaran dan kelambatan fase dari sensitivitas kompleks dengan getaran sinusoidal kondisi tunak dan interferometri laser.

Ini berlaku untuk rentang frekuensi dari 1 Hz hingga 10 kHz dan rentang dinamis (amplitudo) dari 0,1 m/s2 hingga 1 000 m/s2 (bergantung pada frekuensi).

Kisaran ini tercakup dalam ketidakpastian pengukuran yang ditentukan dalam pasal 2.

Frekuensi kalibrasi lebih rendah dari 1 Hz (misalnya 0,4 Hz, yang merupakan frekuensi referensi yang digunakan dalam Standar Internasional lainnya) dan amplitudo percepatan lebih kecil dari 0,1 m/s2 ( misalnya 0,004 m/s2 pada 1 Hz) dapat dicapai dengan menggunakan Metode 3 yang ditentukan dalam bagian ISO 16063 ini, bersama dengan generator getaran frekuensi rendah yang sesuai.

Metode :

  • 1 (metode penghitungan pinggiran) berlaku untuk kalibrasi magnitudo sensitivitas dalam rentang frekuensi 1 Hz hingga 800 Hz dan, dalam kondisi khusus, pada frekuensi yang lebih tinggi (lih. pasal 7).
  • 2 (metode titik minimum) dapat digunakan untuk kalibrasi besaran sensitivitas dalam rentang frekuensi 800 Hz hingga 10 kHz (lihat klausul 8).
  • 3 (metode aproksimasi sinus) dapat digunakan untuk besaran sensitivitas dan kalibrasi fasa dalam rentang frekuensi 1 Hz hingga 10 kHz (lih. pasal 9).
  • 1 dan 3 memberikan kalibrasi pada amplitudo akselerasi tetap pada berbagai frekuensi.
  • 2 membutuhkan kalibrasi pada amplitudo perpindahan tetap (amplitudo percepatan bervariasi dengan frekuensi).

Penerbitan Standar ISO 16063-11:1999

Standar ini diterbitkan dan dipublikasikan pada Desember 1999, berupa dokumen edisi 1 dengan jumlah halaman sebanyak 27 lembar.

Disusun oleh :

  • Technical Committee ISO/TC 108 Mechanical vibration, shock and condition monitoring,
  • atau : Komite Teknis ISO/TC 108 Pemantauan getaran, guncangan, dan kondisi mekanis.

ICS :

  • 17.160 Vibrations, shock and vibration measurements, atau : 17.160 Getaran, kejutan dan pengukuran getaran

Standar ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal berikut:

  • Pendidikan berkualitas
  • Industri, inovasi dan infrastruktur

Dengan terbitnya standar ini, maka standar sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan ditarik yakni ISO 5347-1:1993.

Sebagaimana standar ISO lainnya, ISO 16063-11:1999 ini juga ditinjau setiap 5 tahun dan peninjauan sudah mencapai tahap 90.93 (dikonfirmasi).

Isi Standar ISO 16063-11:1999

Berikut adalah kutipan isi Standar ISO 16063-11:1999 yang diambil dari Online Browsing Platform (OBP) dari situs resmi iso.org.

Yang ditambah dengan berbagai keterangan dan informasi untuk mempermudah pemahaman pembaca.

Hanya bagian standar yang informatif yang tersedia untuk umum, OBP hanya menampilkan hingga klausa 1 saja.

Oleh karena itu, untuk melihat konten lengkap dari standar ini, maka pembaca harus membeli standar dari ISO ini secara resmi.

Daftar Isi Standar ISO 16063-11:1999

  • Foreword
  • 1 Scope
  • 2 Uncertainty of measurement
  • 3 Requirements for apparatus
  • 3.1 General
  • 3.2 Frequency generator and indicator
  • 3.3 Power amplifier/vibrator combination
  • 3.4 Seismic block(s) for vibrator and laser interferometer
  • 3.5 Laser
  • 3.6 Interferometer
  • 3.7 Counting instrumentation (for Method 1)
  • 3.8 Tunable bandpass filter or spectrum analyser (for Method 2)
  • 3.9 Instrumentation for zero detection (for Method 2)
  • 3.10 Voltage instrumentation, measuring true r.m.s. accelerometer output
  • 3.11 Distortion-measuring instrumentation
  • 3.12 Oscilloscope (optional)
  • 3.13 Waveform recorder with computer interface (for Method 3)
  • 3.14 Computer with data-processing program (for Method 3)
  • 3.15 Other requirements
  • 4 Ambient conditions
  • 5 Preferred accelerations and frequencies
  • 6 Common procedure for all three methods
  • 7 Method 1: Fringe-counting method
  • 7.1 General
  • 7.2 Test procedure
  • 7.3 Expression of results
  • 8 Method 2: Minimum-point method
  • 8.1 General
  • 8.2 Test procedure
  • 8.3 Expression of results
  • 9 Method 3: Sine-approximation method
  • 9.1 General
  • 9.2 Test procedure
  • 9.3 Data acquisition
  • 9.4 Data processing
  • 10 Report of calibration results
  • Annex A Uncertainty components in the primary calibration by laser interferometry of vibration and shock transducers
  • A.1 Calculation of the relative expanded uncertainty for the sensitivity (magnitude) and the expanded uncertainty for the phase shift for calibration frequencies, amplitudes, and settings of amplifier gain and cut-off frequencies
  • A.2 Calculation of the relative expanded uncertainty for the sensitivity (magnitude) and the expanded uncertainty for the phase shift over the complete frequency and amplitude range
  • Annex B Formulae for the calculation of acceleration
  • B.1 Procedure for Method 1
  • B.2 Procedure for Method 2
  • B.3 Procedure for Method 3
  • Bibliography

Kata pengantar

Sebagaimana tercantum dalam “Klausa 0 Foreword”, bahwa :

ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) adalah federasi dunia dari badan standar nasional (badan anggota ISO).

 Pekerjaan menyiapkan Standar Internasional biasanya dilakukan melalui komite teknis ISO.

Setiap badan anggota yang tertarik pada subjek yang komite teknisnya telah dibentuk memiliki hak untuk diwakili dalam komite itu.

Organisasi internasional, pemerintah dan non-pemerintah, yang berhubungan dengan ISO, juga ambil bagian dalam pekerjaan tersebut.

ISO bekerja sama erat dengan International Electrotechnical Commission (IEC) dalam semua hal standardisasi elektroteknik.

Standar Internasional dirancang sesuai dengan peraturan yang diberikan dalam Arahan ISO/IEC, Bagian 3.

Rancangan Standar Internasional yang diadopsi oleh komite teknis diedarkan ke badan anggota untuk pemungutan suara.

Publikasi sebagai Standar Internasional membutuhkan persetujuan setidaknya 75% dari badan anggota yang memberikan suara.

Perhatian tertuju pada kemungkinan bahwa beberapa elemen dari bagian ISO 16063 ini dapat menjadi subjek hak paten.

ISO tidak bertanggung jawab untuk mengidentifikasi salah satu atau semua hak paten tersebut.

Penyusunan

Standar Internasional ISO 16063-11 disiapkan oleh :

  • Technical Committee ISO/TC 108, Mechanical vibration andshock, Subcommittee SC 3, Use and calibration of vibration and shock measuring instruments,
  • atau : Komite Teknis ISO/TC 108, Getaran dan guncangan mekanik, Subkomite SC 3, Penggunaan dan kalibrasi instrumen pengukur getaran dan kejut.

Edisi pertama ISO 16063-11 ini membatalkan dan menggantikan ISO 5347-1, yang telah direvisi secara teknis.

ISO 16063 terdiri dari bagian-bagian berikut, dengan judul umum “Methods for the calibration of vibration and shocktransducers (Metode untuk kalibrasi getaran dan transduser kejut)“ :

  • — Part 1: Basic concepts
  • — Part 11: Primary vibration calibration by laser interferometry
  • — Part 12: Primary vibration calibration by the reciprocity method
  • — Part 13: Primary shock calibration using laser interferometry
  • — Part 21: Secondary vibration calibration
  • — Part 22: Secondary shock calibration

Lampiran A dan B merupakan bagian normatif dari bagian ISO 16063 ini.

Mengenal ISO dan IEC

ISO (International Organization for Standardization) adalah suatu organisasi atau lembaga nirlaba internasional.

Tujuan dari ISO adalah untuk membuat dan memperkenalkan standar dan standardisasi internasional untuk berbagai tujuan.

Sebagaimana dengan ISO, IEC juga merupakan organisasi standardisasi internasional yang menyusun dan menerbitkan standar-standar internasional.

Namun ruang lingkupnya adalah untuk seluruh bidang elektrik, elektronik dan teknologi yang terkait atau bidang teknologi elektro (electrotechnology).

Lebih jelas mengenai ISO dan IEC dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

ISO 16063-11:1999 Klausa 1

1 Scope :  Lingkup

Bagian ini sudah tercantum di bagian awal artikel ini, pada paragraf “Standar ISO 16063-11:1999”.

Daftar Pustaka atau Bibliography

  • [1] ISO 266, Acoustics — Preferred frequencies.
  • [2] ISO 16063-1, Methods for the calibration of vibration and shock transducers — Part 1: Basic concepts.
  • [3] ISO 5348, Mechanical vibration and shock — Mechanical mounting of accelerometers.
  • [4] von Martens H.-J. Interferometric counting methods for measuring displacements in the range 10−9 m to 1 m. Metrología, 24, No. 4, 1987, pp. 163-170.
  • [5] Robinson D.C., Serbyn M.R. and Payne B.F. A description of NBS Calibration Services in mechanical vibration and shock. NBS Technical Note, 1232, 1987.
  • [6] Smith V.A., Edelman S., Smith E.R. and Pierce E.T. Modulated photoelectric measurement of vibration. Journal of the Acoustical Society of America, 34, No. 4, 1962, pp. 455-458.
  • [7] Clark N.H. An improved method for calibrating reference standard accelerometers. Metrologia, 19, 1983, pp. 103-107.
  • [8] Link A. and von Martens H.-J. Proposed primary calibration method for amplitude and phase response of accelerometers. ISO/TC 108/SC 3/WG 6 N 59, Sept. 1995.
  • [9] Heydemann P.L.M. Determination and correction of quadrature fringe measurement errors in interferometers. Applied Optics, 20, No. 19, 1981, pp. 3382-3384.
  • [10] Link A., Gerhardt J. and von Martens H.-J. Amplitude and phase calibration of accelerometers in the nanometer range by heterodyne interferometry. SPIE, 2868, 1996, pp. 37-48.
  • [11] Wabinski W. and von Martens H.-J. Time interval analysis of interferometer signals for measuring amplitude and phase of vibrations. SPIE, 2868, 1996, pp. 166-177.
  • [12] Sill R.D. Accelerometer calibration to 50 kHz with a quadrature laser interferometer. Proceedings NCSL, Workshop & Symposium, Session 7B, Atlanta GA, pp. 767-773, July 1997.
  • [13] Tribolet J.M. A new phase unwrapping algorithm. IEEE Transactions on Acoustics, Speech, and Signal Processing, ASSP-25, No. 2, pp. 170-177, April 1977.
  • [14] von Martens H.-J. Investigations into the uncertainties of interferometric measurements of linear and torsional vibrations. Shock and vibration, 4, No. 5/6, 1977, pp. 327-340.

Penutup

Demikian artikel dari standarku.com mengenai Standar ISO 16063-11:1999.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

Leave a Comment