Mengenal ISO 9000, Standar Sistem Manajemen Mutu

ISO 9000 adalah kumpulan standar yang diterbitkan oleh organisasi ISO mengenai sistem manajemen mutu (SMM) atau Quality Management System (QMS).

Pengertian ISO 9000

Seorang pakar menyebutkan definisi dari seri standar ISO ini, yakni :

M. N. Nasution (2001: 219), menyebutkan bahwa :

ISO 9000 merupakan suatu seri dari standar-standar internasional untuk sistem kualitas, yang menspesifikasikan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan untuk penilaian dari suatu sistem manajemen dengan tujuan untuk menjamin bahwa pemasok (perusahaan) akan menyerahkan barang dan / atau jasa yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

M. N. Nasution (2001: 219)

Perry L. Johnson (1997: 6) menyebutkan bahwa :

“ISO 9000 is a series of quality assurance standards that were created by the International Organization for Standardization, based in Geneva, Switzerland”.

Perry L. Johnson (1997: 6)

Wikipedia menyebutkan definisi bahwa :

Keluarga sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9000 adalah seperangkat standar yang membantu organisasi memastikan mereka memenuhi kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya dalam persyaratan undang-undang dan peraturan yang terkait dengan produk atau layanan.

ISO 9000 berkaitan dengan dasar-dasar SMM, termasuk 7 prinsip manajemen mutu yang mendasari keluarga standar.

wikipedia.org

Artinya bahwa ISO 9000 merupakan serangkaian standar sistem kualitas yang diciptakan oleh Internatinal Organization for Standardization.

Maka  dapat disimpulkan bahwa, standar ini merupakan suatu standar yang memegang peranan penting dalam bidang sistem mutu.

Khususnya mengenai pengendalian langkah-langkah produksi atau pelayanan dalam lingkup produk maupun jasa.

Standar seri ISO 9000 disusun oleh suatu kelompok kerja didalam organisasi ISO yang disebut Technical Committee (TC) 176.

Organisasi ISO adalah organisasi internasional di bidang standardisasi dengan nama International Organization for Standardization (ISO) yang berbasis di Jenewa, Swiss.

Lebih jelas mengenai organisasi ISO dapat dibaca pada artikel standarku.com yang lain berikut :

Komite teknis (TC) 176 adalah kelompok kerja yang bertanggungjawab terhadap bebagai standar sistem manajemen mutu.

Mereka juga menetapkan suatu siklus peninjauan ulang atau review terhadap standar yang telah diterbitkannya setiap lima tahun sekali.

Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa standar yang telah mereka terbitkan akan selalu terbarukan (up to date) serta relevan bagi setiap organisasi yang menggunakannya.

Revisi yang telah dilakukan terhadap standar ISO 9000 adalah yang telah diterbitkan pada edisi tahun 1994 dan 2000.

Tujuan ISO 9000

Berikut adalah tujuan dari standar seri ISO 9000 menurut M. N. Nasution (2001: 219), yang mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah bahwa organisasi dapat :

  • Mencapai dan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pembeli.
  • Memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
  • Meyakinkan kepada pihak pembeli bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dijual.

Manfaat ISO 9000

Manfaat bagi organisasi yang menerapkan standar ISO 9000 adalah :

  • Terdapat satu set prosedur yang sudah mencakup semua proses penting dalam bisnis.
  • Adanya pengawasan dalam proses pembuatan produk, yang mampu memastikan bahwa sistem dapat menghasilkan produk-produk berkualitas.
  • Data dan arsip penting akan tersimpan dengan baik.
  • Adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, serta melakukan tindakan perbaikan yang benar apabila dipaerlukan.
  • Meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri, yang dilakukan secara teratur.

Sertifikasi ISO 9000

Jika suatu perusahaan atau organisasi yang didalamnya telah dilakukan audit dan sertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi persyaratan sesuai ISO 9001.

Maka perusahaan atau organisasi tersebut berhak untuk mencantumkan label “ISO 9001 Certified” atau “ISO 9001 Registered”.

Sertifikasi terhadap salah satu standar ISO 9000, tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan.

Sertifikasi hanya menyatakan bahwa perusahaan atau organisasi tersebut telah melaksanakan suatu bisnis proses yang berkualitas dan konsisten.

Walaupan seri standar ini pada awalnya ditujukan untuk pabrik-pabrik, namun saat ini juga telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi.

Bahkan telah diterapkan hingga ke dunia pendidikan seperti bagi perguruan tinggi dan universitas.

Prinsip Manajemen Kualitas

Ada tujuh prinsip manajemen kualitas dalam ISO yaitu :

  1. Customer fcous
  2. Leadership
  3. Engagement of people
  4. Process approach
  5. Improvement
  6. Evidens-based decision making
  7. Relationship management

Implementasi Standar seri ISO 9000

Berikut ini adalah contoh beberapa kumpulan standar dalam ISO 9000 yaitu :

ISO 9000 – Quality Management Systems – Fundamentals and Vocabulary

Standar ini mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM).

ISO 9001 – Quality Management Systems – Requirements

Seri standar ini ditujukan untuk digunakan pada setiap organisasi yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun.

Standar ini menyediakan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi, apabila mereka bertujuan untuk mencapai kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut.

ISO 9001 berkaitan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh organisasi yang ingin memenuhi standar.

Implementasi standar ini adalah satu-satunya standar yang pemberian sertifikasi nya bisa dilakukan oleh pihak ketiga.

Badan sertifikasi pihak ketiga memberikan konfirmasi independen bahwa organisasi memenuhi persyaratan ISO 9001.

Lebih dari satu juta organisasi di seluruh dunia disertifikasi secara independen.

Hal ini menjadikan ISO 9001 salah satu alat manajemen yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.

Lebih jelas mengenai ISO 9001 dapat dibaca pada artikel standarku.com yang lain berikut :

ISO 9004 – Quality Management Systems – Guidelines for Performance Improvements

Untuk standar ini, mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus (continuous improvement).

Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk dalam waktu yang lama.

Standar ini tidak ditujukan sebagai panduan untuk penerapan atau implementasi, namun hanya memberikan masukan saja.

Selain ketiga standar diatas, masih ada banyak sekali standar yang termasuk dalam kumpulan seri ISO ini.

Bahkan ada juga berbagai standar yang juga termasuk dalam kumpulan seri ISO 9000, namun tidak menyebutkan nomor “ISO 900x” seperti 3 contoh diatas.

Misalnya seperti beberapa standar dalam area ISO 10000 yang masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000.

Sebagai contoh yaitu standar ISO 10007:1995, yang mendiskusikan Manajemen Konfigurasi.

Dimana pada kebanyakan organisasi, manajemen Konfigurasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.

ISO mencatat bahwa :

“Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000 … Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan”.

ISO (International Organization for Standardization)

Saat ini, standar seri ISO 9000 yang paling populer adalah standar seri ISO 9001.

ISO 9001 juga telah melakukan integrasi pada seri ISO 9000 lain seperti : ISO 9002 dan ISO 9003.

Pada umumnya, suatu organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya telah mendapatkan “ISO 9000 Registered”, biasanya merujuk pada ISO 9001.

Sejarah ISO 9000

ISO 9000 pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization (ISO).

Hal ini didasarkan pada seri standar BS 5750 dari BSI yang diusulkan ke ISO pada tahun 1979.

Namun, sejarahnya dapat ditelusuri kembali sekitar 20 sebelumnya, hingga penerbitan standar pengadaan pemerintah, seperti :

  • Standar MIL-Q-9858 Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1959,
  • dan dari Inggris terdapat Def Stan 05-21 dan 05-24.

Organisasi besar yang memasok badan pengadaan pemerintah sering kali harus mematuhi berbagai persyaratan jaminan kualitas untuk setiap kontrak yang diberikan.

Sehingga membuat industri pertahanan mengadopsi saling pengakuan standar NATO AQAP, MIL-Q, dan Def Stan.

Akhirnya, industri mengadopsi ISO 9000 daripada memaksa kontraktor untuk mengadopsi beberapa persyaratan yang seringkali serupa.

Prinsip Manajemen Mutu ISO 9000

Seri ISO 9000 didasarkan pada 7 prinsip manajemen mutu atau quality management principles (QMP).

7 prinsip manajemen mutu (QMP) tersebut adalah :

  • QMP 1 – Customer focus : Fokus pelanggan
  • QMP 2 – Leadership : Kepemimpinan
  • QMP 3 – Engagement of people : Keterlibatan orang
  • QMP 4 – Process approach : Pendekatan proses
  • QMP 5 – Improvement : Peningkatan
  • QMP 6 – Evidence-based decision making : Pengambilan keputusan berbasis bukti
  • QMP 7 – Relationship management : Manajemen hubungan

Prinsip 1 – Fokus pada pelanggan

Organisasi bergantung pada pelanggan mereka dan oleh karena itu harus :

  • memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan masa depan,
  • memenuhi persyaratan pelanggan,
  • dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.

Prinsip 2 – Kepemimpinan

Pemimpin menetapkan kesatuan tujuan dan arah organisasi.

Mereka harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal di mana setiap orang dapat terlibat penuh dalam mencapai tujuan organisasi.

Prinsip 3 – Keterlibatan Orang

Orang-orang di semua tingkatan adalah inti dari sebuah organisasi.

Dan keterlibatan penuh mereka memungkinkan kemampuan mereka digunakan untuk kepentingan organisasi.

Prinsip 4 – Pendekatan Proses

Hasil yang diinginkan dicapai lebih efisien ketika aktivitas dan sumber daya terkait dikelola sebagai suatu proses.

Prinsip 5 – Peningkatan

Peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan permanen organisasi.

Prinsip 6 – Pengambilan Keputusan berbasis Bukti

Keputusan yang efektif didasarkan pada analisis data dan informasi.

Prinsip 7 – Manajemen Hubungan

Sebuah organisasi dan penyedia eksternalnya (pemasok, kontraktor, penyedia layanan) saling bergantung.

Dan hubungan yang saling menguntungkan meningkatkan kemampuan keduanya untuk menciptakan nilai.

Demikian artikel dari standarku.com mengenai Mengenal ISO 9000, Standar Sistem Manajemen Mutu.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

Leave a Comment