Standar ISO 50001 EMS Manajemen Energi

ISO 50001 Energy Management System Standard

Pengertian Standar ISO 50001

Standar ini membantu organisasi untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Energi (EMS).

EMS dikembangkan untuk mendukung organisasi di semua sektor agar penggunaan energinya lebih efisien.

Dengan EMS ini, akan membantu organisasi untuk mencapai perbaikan kinerja energy seperti : efisiensi, keamanan, penggunaan dan konsumsinya.

Sehingga organisasi akan bisa mengurangi penggunaan energy, maka dampaknya adalah menghemat biaya energy serta mengurangi dampak emisi gas rumah kaca.

Pentingnya penerapan ISO 50001

Perusahaan industri merupakan pengguna energi yang terbesar, sebagaimana hasil statistik tahun 2008 bahwa sektor Industri mengkonsumsi energi terbesar di Indonesia.

Menurut analisa IEA tahun 2007, hingga tahun 2050 kebutuhan energy akan meningkat 200%.

Oleh karenanya lembaga ISO (International Organization for Standardization) menerbitkan Standar ISO 50001 mengenai Energy Management.

Standar ini adalah standar yang digunakan untuk mengelola kinerja energi termasuk efisiensi dan konsumsi energi.

Selain pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk juga mempengaruhi konsumsi energi Indonesia. Sebuah prediksi memperkirakan di tahun 2019 ini kebutuhan energi Indonesia akan mencapai 1,316 Juta SBM (setara barel minyak).

Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk masyarakat hemat energi :

  • Adanya sistem pengendalian distribusi BBM di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum.
  • Aturan yang melarang kendaraan pemerintah menggunakan BBM subsidi, baik pusat maupun daerah serta badan usaha milik negara maupun daerah.
  • Melarang BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan.
  • Upaya konversi BBM ke bahan bakar gas untuk transportasi, dimulai dari transportasi massal.
  • Penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah pusat dan daerah, BUMN, BUMD serta penghematan penerangan jalan.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi, selain itu penggunaan energi salah satunya bersumber dari fosil yang menghasilkan emisi CO2 sehingga akan berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim.

Dibutuhkan niat dan kerja keras dari seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama melakukan efisiensi energi melalui manajemen energi.

Salah satu metode manajemen energi tersebut adalah dengan penerapan Standar ISO 50001.

Penerapannya bertujuan untuk memungkinkan organisasi untuk mengikuti pendekatan yang sistematis dalam mencapai peningkatan berkelanjutan dari kinerja energi, termasuk efisiensi, penggunaan dan konsumsi energi.

ISO 50001 versi Indonesia

Badan Standardisasi Nasional di Indonesi juga sudah mengadopsi secara identik standar tersebut menjadi SNI ISO 50001 Sistem Manajemen Energi.

Konsep SNI ISO 50001 ini menggunakan model Sistem Manajemen dengan pendekatan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang biasa digunakan dalam metode perbaikan berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Standar ISO 50001 adalah dengan terbitnya Peraturan Pemerintah yang mendukung Sistem Manajemen Energi :

  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan PERATURAN MENTERI ESDM NO. 14/2012 TENTANG MANAJEMEN ENERGI.

Peraturan ini menetapkan industri dengan penggunaan energi :

  • lebih dari 6000 TOE (ton oil equivalent)wajib menerapkan sistem manajemen energy.
  • kurang dari 6000 TOE (ton oil equivalent)agar menerapkan sistem manajemen energy atau melakukan penghematan energi.

Perusahaan yang menerapkan sistem manajemen energi dan selama 3 tahun berturut-turut berhasil menurunkan Konsumsi Energi Spesifik minimal 2% per tahun, mendapatkan insentif berupa :

  • Audit Energi Training serta pemahaman SNI ISO 50001 dalam pola kemitraan yang dibiayai oleh Pemerintah
  • mendapat prioritas pasokan energi.

Organisasi memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai keberlanjutan masa depan melalui manajemen energi yang efektif dan peningkatan kinerja energi.

Implementasi ISO 50001 mengubah cara organisasi mengelola penggunaan energi dan menawarkan perusahaan pendekatan dengan praktik terbaik untuk terus meningkatkan kinerja energi, keberlanjutan dan memberikan keutungan bagi perusahaan.

Manfaat dan hambatan penerapan ISO 50001

Didalam penerapan standar ini, ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh, namun ada beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.

Berikut ini adalah berbagai manfaat yang akan diperoleh dari penerapan standar ISO 50001, diantaranya adalah :

  • Bisa menghemat biaya
  • Mampu meningkatkan keandalan organisasi
  • Meningkatkan produktifitas dan daya saing.
  • Mengurangi risiko karena adanya kenaikan harga energi
  • Meningkatkan ketahanan terhadap keterbatasan suplai energi.
  • Sebagai langkah persiapan untuk menghadapi perubahan iklim global, dengan mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Sedangkan hambatan yang umumnya terjadi didalam penerapan Standar ISO 50001 antara lain adalah :

  • Fokus industri pada produksi dan biaya awal daripada biaya rutin
  • Kurangnya informasi dan keahlian teknis
  • Minimnya pemahaman dari pimpinan puncak organisasi

Revisi ISO 50001

Suatu standar perlu direvisi untuk memastikannya tetap mampu menjadi alat bantu yang berguna untuk semua jenis bisnis dan organisasi di seluruh dunia.

Pada tahun 2018 Lembaga ISO merilis revisi ISO 50001: 2018, yang menggantikan revisi sebelumnya yaitu versi tahun 2011.

Masa transisi untuk beralih dari sertifikasi ISO 50001:2011 menjadi sertifikasi ISO 50001:2018 adalah tiga tahun, artinya akan jatuh tempo pada bulan Agustus 2021.

Masa transisi adalah waktu yang diberikan oleh lembaga ISO untuk memberikan kesempatan perusahaan mempersiapkan transisi menuju sertifikasi terbaru yang sudah diterbitkan.

Maka, semua perusahaan yang sudah tersertifikasi ISO 50001:2011, perlu beralih ke ISO 50001: 2018 agar validitas sertifikatnya tetap berlanjut.

Setelah masa transisi ini berakhir, sertifikasi untuk standar versi 2011 sudah tidak akan diberlakukan lagi.

Seluruh badan sertifikasi juga akan berhenti melakukan audit sistem manajemen energi berdasarkan ISO 50001: 2011, dalam jangka waktu 18 bulan sejak standar versi terbaru dipublikasikan.

Perubahan ISO 50001: 2018

ISO 50001:2018 dikembangkan oleh komite teknis ISO yaitu ISO / TC 301, Manajemen energi dan penghematan energy.

Sekretariatnya diselenggarakan bersama oleh ANSI (anggota ISO untuk AS) dan SAC (anggota ISO untuk China).

Komite teknis ISO yang mengembangkan standar ini diketuai oleh Roland Risser, dia mengemukakan bahwa :

  • Versi baru ini memiliki persyaratan dan definisi yang diperbarui dan klarifikasi yang lebih baik tentang konsep kinerja energi tertentu.
  • Penekanan yang kuat pada peranan manjemen puncak, karena pentingnya menanamkan perubahan budaya organisasi.
  • Standar baru ini selaras dengan persyaratan ISO untuk standar system manajemen lain, sehingga lebih mudah untuk mengintegrasikannya ke dalam sistem manajemen organisasi yang ada.

Dua tujuan utama untuk merevisi standar ISO 50001, yaitu :

  • Menyesuaikan standar mengikuti kerangka kerja ISO dan High Level Structure (HLS) atau Struktur Tingkat Tinggi untuk standar sistem manajemen.
  • Memastikan bahwa konsep utama tentang manajemen energi pada ISO 50001 terbaru masih sama atau korelatif dengan standar versi sebelumnya.

Dengan mengikuti High Level Structure ini, maka akan memudahkan integrasi standar ISO 50001 dengan sertifikasi sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001 dan ISO 14001.

Perubahan paling luas diinduksi oleh Struktur Tingkat Tinggi ini, akan tetapi masih ada beberapa perubahan lain mengenai spesifikasi energi.

Perusahaan yang sudah paham terhadap High Level Structure pada standar ISO akan lebih cepat beradaptasi untuk mengikuti aturan di standar baru tersebut.

Struktur Standar ISO 50001: 2018

Terdapat pembagian sepuluh klausa utama didalam struktur standar ISO ini, yaitu :

  1. Scope (Ruang Lingkup)
  2. Normative references (Referensi Normatif)
  3. Terms and definitions (Istilah dan Definisi)
  4. Context of the organization (Konteks dari Organisasi)
  5. Leadership (Kepemimpinan)
  6. Planning (Perencanaan)
  7. Support (Dukungan)
  8. Operation
  9. Performance Evaluation (Evaluasi Kinerja)
  10. Improvement (Tindakan Perbaikan)

Referensi :

Baca artikel lain :

1 thought on “Standar ISO 50001 EMS Manajemen Energi”

  1. Pingback: cialis over counter at walmart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *