Standar Pengukuran Beban Kerja

Pengertian Beban Kerja

Pengukuran beban kerja  adalah teknik atau metode untuk mengukur beban yang dialami oleh tenaga kerja sebagai akibat dari pekerjaan yang sedang atau sudah dilakukannya.

Pengukuran beban kerja diperlukan untuk organisasi atau perusahaan dengan jumlah pekerja yang cukup banyak dengan jenis pekerjaan yang sangat beragam sehingga membutuhkan alokasi beban kerja yang sesuai, artikel ini akan menjelaskan cara mengukurnya.

Beberapa pengertian dari istilah berikut sangat terkait dengan tema Beban Kerja yang akan kita angkat, sebaiknya hal-hal terkait berikut juga diketahui untuk mempermudah memahami :

Tempat Kerja adalah lokasi yang tertutup atau terbuka, baik bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan, atau tempat yang sering dimasuki tenaga kerja terkait keperluan kerja.

Lingkungan Kerja adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tempat kerja yang mencakup faktor fisika, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi yang keberadaannya di tempat kerja dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.

 

Beban Kerja yang berlebih

Beban Kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja akan  menyebabkan kelelahan kerja dari level yang ringan hingga ke tingkat yang berat.

Menurut sebuah penelitian di Inggris, diperoleh data kelelahan kerja yang diderita oleh 25% tenaga kerja wanita dan 20% tenaga kerja laki-laki.

Ada pula sebuah perusahaan yang melaporkan terdapat 65% pasien datang ke poliklinik perusahaan tersebut karena menderita kelelahan atau fatigue.

Hasil penelitian di USA oleh Kennedy pada tahun 1987, menunjukkan data bahwa sekitar 24% orang dewasa yang datang ke poliklinik karena menderita kelelahan.

Kelelahan yang diderita pekerja tersebut dapat memicu terjadinya kesalahan atau pelanggaran pada saat mereka bekerja, hal ini akan menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja.

 

Pengertian Kelelahan Kerja

Pada dasarnya, tubuh manusia ini tersusun oleh massa otot yang beratnya hampir lebih dari separuh barat tubuh. Jumlah inilah yang memungkinkan bagi manusia untuk dapat menggerakkan tubuh dan melakukan pekerjaan.

Kelelahan Kerja adalah perasaan pada manusia bahwa tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk meneruskan pekerjaan yang sedang dilakukannya, hal ini biasanya disebabkan karena :

  • Melaksanakanpekerjaan dengan perasaan bahwa pekerjaan tersebut adalah suatu beban baginya.
  • Adanya beban yang melebihi batas kemampuan, baik berupa beban fisik maupun beban mental atau kognitif yang kemudian kita sebut sebagai beban kerja.

 

Pengertian Produktivitas Kerja

Produktivitas Kerja adalah ukuran kemampuan suatu pekerja untuk memenuhi hasil kerja sesuai dengan target kerja yang disepakati, jadi pekerjaan bisa dinyatakan produktif jika pekerja mampu memenuhinya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas Kerja diantaranya adalah : Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja, sedangkan Lingkungan Kerja itu sendiri dipengaruhi oleh faktor-faktor : Fisika, Kimia, Biologi, Ergonomi, Psikologi.

 

Jenis Beban Kerja

Salah Satu Penyebab turunnya produktivitas adalah karena Beban Kerja yang berlebih, beban kerja tersebut dibagi menjadi dua yaitu :

  • Beban Kerja Fisik
  • Beban Kerja Mental

Dari sudut pandang ergonomi, setiap beban kerja yang diterima seorang pekerja harus sesuai dan seimbang terhadap kemampuan fisik maupun mental pekerja yang menerima beban kerja tersebut.

Beban kerja fisik dapat berupa beratnya pekerjaan, seperti : mengangkat, merawat, mendorong dan sebagainya.

Sedangkan beban kerja mental dapat berupa sejauh mana tingkat keahlian dan prestasi kerja yang dimiliki seorang pekerja dibandingkan dengan pekerja lainnya.

 

Beban Kerja Fisik

Faktor-Faktor Beban Kerja Fisik diantaranya adalah :

Faktor Internal

Bisa disebabkan oleh : Jenis Kelamin, Umur, Ukuran Tubuh, Status Gizi, Kondisi Kesehatan dan sebagainya. Penjelasannya :

  • Jenis Kelamin, biasanya laki-laki lebih mampu dalam menerima tugas atau pekerjaan berat dibandingkan dengan perempuan.
  • Usia, pada usia 18 hingga 40 tahun biasanya pekerja masih mampu dalam melaksanakan beberapa tugas atau pekerjaan sekaligus, namun pada usia 41-56 tahun biasanya hanya mampu melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu saja.
  • Ukuran Tubuh, Postur tubuh tinggi besar biasanya mampu menjangkau atau melaksanakan tugas atau pekerjaan berat daripada pekerja dengan postur tubuh pendek.
  • Kondisi Kesehatan, kesehatan yang baik dan prima biasanya lebih mampu dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan yang lebih berat.

 

Faktor Eksternal

Disebabkan oleh :

  • Stasiun Kerja, Tata Ruang, Tempat Kerja, Alat dan Sarana Kerja, Kondisi Kerja, Sikap Kerja dsb.
  • Organisasi Kerja (lama waktu bekerja, kelelahan, dsb)
  • Lingkungan Kerja

Penjelasannya Faktor Eksternal Beban Kerja Fisik :

  • Faktor Tugas atau Pekerjaan, misalnya dipengaruhi oleh : Desain Tata Ruang Kerja, Tempat Kerja, Alat dan Sarana Kerja, Kondisi Tempat Kerja, dan Sikap Kerja.
  • Organisasi Kerja, misalnya dipengaruhi oleh : lamanya Waktu Bekerja, Kelelahan.
  • Lingkungan Kerja, misalnya dipengaruhi oleh : lingkungan Kerja bisa berupa pengaruh dari faktor fisika, faktor kimia atau faktor biologi.

 

Beban kerja mental

Penjelasan Faktor-Faktor Beban Kerja Mental :

Faktor Internal Beban Kerja Mental

Faktor Internal Beban Kerja Mental, seperti : Motivasi, Persepsi, Kepercayaan, Keinginan, Kepuasan, penjelasannya adalah :

  • Motivasi : Kurangnya motivasi atau dukungan dari pihak lain biasanya akan mempengaruhi mental pekerja.
  • Persepsi
  • (Persepsi yang negatif dengan orang lain akan mempengaruhi mental pekerja)
  • Kepercayaan
  • (Kurangnya kepercayaan dan pengakuan akan mempengaruhi mental dari pekerja)
  • Keinginan dan Kepuasan
  • (Keinginan dan Kepuasan yang tidak pernah tercapai akan mempengaruhi mental pekerja)

 

Faktor Eksternal Beban Kerja Mental

Faktor ini dibagi menjadi 3 yaitu :

  • Faktor Tugas/ Pekerjaan, seperti : Kompleksitas Tugas atau Pekerjaan, Tingkat Kesulitan, Tanggung jawab pekerjaan dan sebagainya.
  • Organisasi Kerja, seperti : Kerja malam, sistem pengupahan, struktur organisasi, pelimpahan tugas atau wewenang, iri hati atau dengki dan sebagainya.
  • Lingkungan Kerja, seperti : faktor fisika, faktor kimia atau faktor biologi.

 

Pengukuran Beban Kerja

Tata cara Pelaksanaan Pengukuran

  1. Persiapannya adalah peralatan yang digunakan dalam perhitungan beban kerja, yaitu : stopwatch dan atau timbangan berat badan.
  2. Pelaksanaan penimbangan berat badan dari pekerja yang akan dihitung beban kerjanya, atau bisa juga menggunakan berat badan standard yaitu : laki-laki = 70 kg dan perempuan = 55 kg.
  3. Mengamati dan mencatat setiap aktivitas tenaga kerja yaitu gerakan badan dan posisi badan, minimal selama 4 jam kerja dalam satu shift atau jam kerja.
  4. Menilai aktivitas tenaga kerja ke dalam tabel “Perkiraan beban kerja menurut kebutuhan energi”.
  5. Menghitung dan mencatat setiap waktu aktivitas setiap tenaga kerja dengan menggunakan stopwatch.
  6. Menghitung rerata beban kerja berdasarkan tingkat kebutuhan kalori menurut pengeluaran energi dengan menggunakan rumus beban kerja.

 

Rumus Rerata Beban Kerja

Cara pengukurannya adalah pertama-tama dengan menggunakan rumus Rerata beban kerja yaitu :

"Rumus

Keterangan rumus diatas :

BK                           : Beban Kerja per jam

BK1,BK2,…BKn  : Beban Kerja sesuai aktivitas kerja tenaga kerja 1,2,…n (dalam satuan menit)

T                              : Waktu (dalam satuan menit

T1, T2,……Tn      : Waktu sesuai aktivitas kerja tenaga kerja 1,2,…n (dalam satuan menit)

 

Rumus Metabolisme Basal

Selanjutnya setelah Rerata Beban Kerja diketahui, gunakan metode Metabolisme Basal, berikut ini pengertian dan cara pengukuran mengenai Metabolisme Basal :

Metabolisme Basal adalah energi minimal yang diperlukan tubuh untuk mempertahankan proses-proses hidup yang dasar, dihitung berdasarkan satuan kalori per satuan waktu.

Pengukuran dari Metabolisme Basal (MB) adalah :

MB untuk laki-laki = berat badan dalam kg x 1 kkal per jam

MB untuk wanita    = berat badan dalam kg x 0,9 kkal per jam

Total BK = Rerata BK + MB

 

Berikut ini adalah kategori Kerja berdasarkan kalori yang dikeluarkan :

  • Kerja Ringan adalah pekerjaan yang membutuhkan kalori untuk pengeluaran energi yang besarnya dibawah 200 kkal per jam.
  • Kerja Sedang adalah pekerjaan yang membutuhkan kalori untuk pengeluaran energi sebesar 200 kkal per jam hingga 350 kkal per jam.
  • Kerja Berat adalah pekerjaan yang membutuhkan kalori untuk pengeluaran energi sebesar 350 kkal per jam sampai dengan 500 kkal per jam.
  • Kerja Sangat berat adalah pekerjaan yang membutuhkan kalori untuk pengeluaran energi sebesar lebih dari 500 kkal per jam.

 

Contoh Pengukuran Beban Kerja

Penempatan Palet Gudang ke Lori di Logistik Area dalam total waktu 300 menit/Shift.

Perhitungannya menjadi :

Rerata Beban Kerja =  x 60 kkal per jam

Rerata Beban Kerja =    x 60 kkal per jam

Rerata Beban Kerja =    x 60 kkal per jam = 561 kkal per jam

Metabolisme Basal = 70 kg x 1 kkal per jam

Total Beban Kerja = Rerata Beban Kerja + Metabolisme Basal

Total Beban Kerja = 561 kkal per jam + 70 kkal per jam = 631 kkal per jam

 

Dampak Beban Kerja Berlebih

Dampak Beban Kerja yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan gangguan kerja baik gangguan fisik seperti : penyakit akibat kerja, muskuloskeletal disorders, low back pain hingga patah tulang, maupun gangguan psikis atau mental seperti reaksi-reaksi  emosional, sakit kepala, gangguan pencernaan dan mudah marah.

 

Demikian artikel mengenai Beban Kerja dan cara menghitungnya, silahkan jika ada yang akan ditanyakan mohon memberi masukan di kolom komentar.

 

Baca artikel lain :

 

1 thought on “Standar Pengukuran Beban Kerja”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *