Standar Rencana Bisnis

Rencana Bisnis (Business Plan) merupakan sebuah sistem standar yang memuat ukuran-ukuran kinerja dan target yang harus dicapai oleh suatu perusahaan.

Pengertian Rencana Bisnis

Berdasarkan pengertian diatas, kita dapat menjabarkan beberapa poin didalamnya yaitu :

  • Kinerja (performance) adalah seberapa bagus kerja karyawan atau suatu tim di dalam perusahaan, misalnya : seorang karyawan bagian input data akan dinilai berdasarkan hasil data yang diketik (input) nya.
  • Ukuran kinerja adalah penentuan cara mengukur Kinerja diatas, contohnya : kinerja karyawan bagian input data dihitung berdasarkan berapa banyak data yang sudah diinput.
  • Target adalah harapan dari perusahaan terhadap setiap karyawan atau tim dalam waktu tertentu, seperti : dalam sehari seorang karyawan bagian input data harus menyelesaikan data sebanyak 50 lembar.

Pada penerapannya, perusahaan akan menentukan Rencana Bisnis untuk seluruh perusahaan dengan menentukan target-target bagi setiap divisi didalamnya, seperti mislanya divisi :

  • Marketing
  • Produksi
  • Quality
  • RND
  • Engineering
  • Dan lainnya

Kemudian target divisi tersebut diturunkan lagi untuk bagian yang lebih kecil lagi seperti departemen, section, team, dan lainnya.

Misalnya pada divisi engineering dapat menurunkan target ke departemen :

  • Utility (peralatan)
  • Maintenance (pemeliharaan)
  • Operasional
  • Dan sebagainya

Prosedur Rencana Bisnis

Pada umumnya perusahaan, dibuat suatu prosedur kerja yang mengatur mengenai Rencana Bisnis, dari sejak adanya kebutuhan pembuatan Rencana Bisnis hingga penentuan target.

Penetapan target ditandai dengan proses persetujuan atau penandatanganan oleh atasan setiap bagian hingga level paling kecil di perusahaan.

Pelaksanaan Rencana Bisnis ini diawasi oleh setiap pimpinan sesuai lingkup kerja dan dilakukan tinjauan strategi secara berkala.

Peta Strategi

Peta Strategi (Strategic Mapping) adalah suatu perangkat (tool) yang berisi arahan manajemen mengenai tujuan-tujuan dari strategi perusahaan untuk mencapai target tertentu.

Dalam penyusunannya, harus melibatkan semua bagian atau divisi didalam perusahaan. Biasanya diwakili oleh pimpinan divisi masing-masing.

Salah satu metode dalam pembuatan Peta Strategi adalah SWOT, yang merupakan singkatan dari gabungan istilah :

  • Strength (kekuatan)
  • Weakness (kelemahan)
  • Opportunity (kesempatan)
  • Threat (ancaman)

Peta Strategi menampilkan berbagai hal seperti berikut :

1. Tujuan strategis (strategic objective)

Berbagai tujuan strategis (strategic objective) perusahaan dalam 4 perspektif yaitu :

  • Keuangan(financial)
  • Pelanggan (customer)
  • Proses internal (internal process)
  • Pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth)

Tujuan-tujuan tersebut harus memiliki hubungan sebab akibat yang jelas (cause and effect).

Terutama hubungan atau korelasi antara Peta Strategi perusahaan dengan Peta Strategi yang dibuat oleh setiap bagian didalamnya.

Permintaan pelanggan (customer requirement) merupakan salah satu komponen yang wajib ada dalam setiap Peta Strategi.

Pelanggan yang dimaksud tidak hanya pelanggan eksternal yang menerima output produk dari perusahaan, namun juga pelanggan internal.

Pelanggan internal adalah setiap bagian atau divisi didalam perusahaan yang menerima hasil pekerjaan dari suatu bagian atau divisi.

Atau dengan kata lain bagian yang ada dalam suatu proses setelah proses dalam suatu divisi.

2. Ukuran Kinerja

Ukuran kinerja dalam suatu perusahaan biasanya menggunakan sistem KPI atau Key Performance Indicator).

Setiap tujuan strategis harus memiliki minimal satu ukuran untuk menilai pencapaian dari tujuan strategis tersebut.

Berdasarkan tujuannya, KPI dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

  • KPI exclusive adalah KPI yang pencapaiannya merupakan tanggung jawab dari suatu bagian atau divisi tertentu.
  • KPI Join (shared KPI) merupakan KPI yang tanggung jawab dalam pencapaiannya dilakukan bersama oleh beberapa bagian atau divisi.

Dalam setiap KPI harus berisi informasi mengenai : definisi dan satuan (unit). Selain itu harus ada polaritas.

Polaritas adalah penjelasan mengenai cara pencapaian KPI, misalnya :

  • Pencapaian tinggi yang lebih baik, seperti : jumlah penjualan.
  • Sebailknya bila pencapaian rendah yang baik, seperti : defect (gagal produk), delay (waktu tunggu).

3. Target KPI

Salah satu kaidah pemenuhan target KPI yang terkenal adalah : SMART, yang merupakan terminologi dari : Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Timely.

Berikut penjelasan dari SMART :

  • Specific (spesifik) : target yang fokus pada ukuran tertentu, sehingga jelas apa yang harus diukur.
  • Measurable (terukur) : target harus dapat diukur dengan optimal pada rentang waktu tertentu.
  • Attainable (realistis) : target yang dapat dicapai, namun tidak boleh terlalu mudah ataupun terlalu sulit. Bisa dipertimbangkan pencapaian sebelumnya atau yang terbaik.
  • Relevant (berkaitan) : target merupakan aspek yang berkaitan dengan tujuan strategi atau aktivitas utama dalam mencapainya.
  • Timely (terjadwal) : adanya batas waktu dalam mencapai target.

Dalam suatu perusahaan, setiap target KPI harus sesuai atau selaras dengan target KPI di level yang berada di atasnya.

Demikian artikel dari standarku.com mengenai Standar Rencana Bisnis.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

Leave a Comment