International Organization for Standardization

International Organization for Standardization (ISO) adalah organisasi atau lembaga nirlaba yang membuat dan memperkenalkan standar dan standardisasi internasional.

ISO membuat berbagai macam standar dan standardisasi internasional untuk berbagai tujuan dan bagi berbagai macam bidang.

Mengapa harus ada standar internasional?

Pada era globalisasi, batas antar negara dihilangkan untuk memudahkan dalam perdagangan, perjalanan, dan kolaborasi antar negara.

Oleh karena itu diperlukan aturan standar bagi negara-negara tersebut, salah satunya adalah standar dari ISO.

Organisasi ISO secara resmi berdiri pada 23 Februari 1947, dengan tugas untuk menetapkan standar-standar industrial dan komersial untuk seluruh dunia.

Pengertian International Organization for Standardization

Istilah ISO dan International Organization for Standardization

Pada kenyataannya, orang banyak yang salah mengira, bahwa istilah ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization.

Sebenarnya pemilihan nama tersebut digunakan untuk mempermudah dalam penyebutan nama organisasi International Organization for Standardization.

Sekaligus memberi makna kesamaan bagi pertimbangan adanya beraneka ragam budaya dan bahasa dari negara-negara di seluruh dunia.

Jadi organisasi ISO atau International Organization for Standardization memiliki ruang lingkup yang ditujukan bagi setiap negara di seluruh penjuru dunia.

Mari kita simak dan pahami dari sisi sejarah.

Pada awal mula pendirian organisasi ISO, terdapat 2 nama bagi organisasi ini yaitu :

  • International Organization for Standardization, dalam bahasa inggris.
  • Organisation internationale de normalisation, dalam bahasa prancis.

Singkatan yang bisa dibuat dalam kedua bahasa diatas akan berbeda, bisa jadi IOS atau bisa jadi OIN.

Oleh karena itu, para pendirinya menggunakan istilah lain yakni ISO.

Mengapa dipilih istilah ISO?

Secara bahasa, istilah ISO berasal dari suatu kata dalam bahasa Yunani yakni “isos”, yang berarti “sama”.

Kata ini juga sering digunakan pada beberapa istilah dalam sains atau ilmu pengetahuan alam, seperti :

  • “isoterm” artinya adalah perubahan keadaan gas pada suhu yang tetap atau sama.
  • “Isoton” adalah atom-atom yang memiliki nomor massa yang sama.

Kedua istilah sains diatas menggunakan awalan “iso” yang berarti “sama”.

Jadi filosofinya adalah, standar yang sama dapat digunakan di manapun di berbagai wilayah atau negara di dunia.

Dengan catatan, negara-negara yang menggunakan juga mengakui standar dari ISO (International Organization for Standardization).

Namun karena anggota ISO adalah hampir seluruh negara di dunia, maka bisa dikatakan bahwa standar ISO berlaku “sama” dimanapun.

Lebih jelas mengenai istilah standar ISO dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Istilah standar dan standardisasi

Selanjutnya kita akan memahami apa arti dari standar dan standardisasi.

Standar adalah persyaratan yang dibuat oleh lembaga berwenang yang diakui oleh banyak pihak, biasanya berisi suatu kriteria, metode, proses atau teknis.

Standardisasi adalah proses yang dilakukan untuk menyusun, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar melalui suatu tatacara dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.

Jadi, ISO (International Organization for Standardization) adalah salah satu lembaga berwenang yang dimaksud dalam pengertian diatas.

Mereka juga melakukan penyusunan, penetapanm penerapan dan revisi standar ISO dengan aturan yang melibatkan berbagai pihak.

Lebih jelas mengenai standar dan standardisasi dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Istilah Organisasi ISO (International Organization for Standardization)

Berikut ini adalah beberapa pengertian dari organisasi ISO, menurut berbagai sumber :

Menurut seorang ahli bernama M. N. Nasution (2001: 218) :

Ia berpandangan bahwa ISO merupakan suatu organisasi tingkat internasional yang khusus bergerak dalam bidang standardisasi.

ISO adalah organisasi internasional khusus dalam hal standarisasi.

M. N. Nasution, 2001: 218

Sedangkan menurut Wikipedia mengenai ISO adalah :

ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara.

Wikipedia

Sejarah International Organization for Standardization

International Organization for Standardization (ISO) merupakan anak dari dua organisasi yang terpisah yaitu :

  • International Federation of the National Standardizing Associations (ISA), yang didirikan pada tahun 1926 di New York, dan
  • United Nations Standards Coordinating Committee (UNSCC).

Berawal dari tahun 1946, terdapat 25 negara yang mengirimkan delegasi ke London untuk bertemu di Institute of Civil Engineers.

Tujuan mereka adalah untuk mendirikan agen internasional yang bisa menciptakan standar industri yang dapat diadopsi secara internasional.

Akhirnya, pada tanggal 23 Februari 1947 didirikan organisasi yang diberi nama ISO yang hingga kini telah menetapkan dan menerbitkan puluhan ribu standar.

ISO dikelola oleh Sekretariat Pusat yang berkedudukan di kantor pusat ISO di kota Jenewa, Swiss

Keanggotaan Organisasi ISO

Anggota organisasi ISO terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional dari setiap negara di dunia.

Badan Standardisasi Nasional adalah suatu lembaga dibawah pemerintahan negara, yang memiliki wewenang terkait bidang standardisasi di tingkat nasional.

Contoh badan standardisasi nasional adalah :

  • BSN (Badan Standardisasi Nasional) adalah lembaga pemerintahan non kementerian di Indonesia.
  • BSI (British Standards Institution) ditunjuk oleh Pemerintah Inggris sebagai badan standar nasional, yang memegang Royal Charter dan mewakili kepentingan Inggris di Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO).
  • ANSI (American National Standards Institute) adalah organisasi nirlaba swasta yang mengawasi pengembangan standar yang disetujui secara sukarela untuk produk, layanan, proses, sistem, dan personel di Amerika Serikat.

Lebih jelas mengenai badan standardisasi nasional dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

ISO merupakan lembaga non-pemerintah, meskipun lembaga yang berpartisipasi bukan hanya dari swasta, namun kebanyakan adalah lembaga milik pemerintah.

ISO adalah organisasi demokratis dengan masing-masing negara anggota memiliki satu suara.

Setiap negara anggota memiliki pengaruh yang sama dan penerapan standar bersifat sukarela tanpa paksaan.

Oleh karna itu, ISO tidak memiliki kewenangan atau yurisdiksi untuk menegakkan standar yang ditetapkan.

Standar ditetapkan berdasarkan adanya dorongan pasar yang ditetapkan melalui konsensus oleh konsumen, pemerintah, bisnis, tren pasar, dan lainnya.

Negara anggota ISO

Lebih jelas mengenai Negara anggota ISO dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Cara kerja Organisasi ISO

Pada awalnya, organisasi ini dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk berbagai tujuan khusus atau spesifik.

Contoh berbagai standar yang kita kenal :

Ketika akan menetapkan suatu standar, organisasi akan mengundang perwakilan dari setiap negara anggota untuk bergabung yang terdiri dari beberapa tim yaitu :

  • Komite Teknis atau Technical Committee (TC),
  • Sub Komite atau Sub Comittee (SC)
  • Kelompok Kerja atau Working Group (WG)

Peserta ISO dapat terdiri dari :

  • 1 badan standar nasional dari setiap negara
  • perusahaan-perusahaan besar

Tujuan International Organization for Standardization

Pada kenyataannya, standar ISO dibuat untuk memudahkan berbagai bidang di seluruh dunia.

ISO bertugas untuk menetapkan standar yang mendefinisikan kualitas, keamanan dan pertukaran dalam :

  • produk,
  • standar lingkungan,
  • bahasa teknis dan terminologi umum,
  • klasifikasi bahan,
  • pengujian dan analisis,
  • dan lainnya

Tujuan ISO menurut seorang pakar ahli dari indonesia (M. N. Nasution, 2001: 218) adalah :

Mengembangkan dan mempromosikan standar-standar untuk umum yang berlaku secara internasional.

M. N. Nasution, 2001: 218

Manfaat bagi perusahaan yang sudah menerapkan sistem ISO adalah :

  • Meningkatkan citra perusahaan, daya saing, kinerja lingkungan perusahaan dan efisiensi kegiatan didalamnya.
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan metode standar, seperti PDCA : perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act).
  • Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan.
  • Mengurangi risiko usaha
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen, mitra kerja dan pemodal

Jika tidak ada standar internasional, maka setiap negara akan mengalami kesulitan dalam melakukan :

  • perdagangan yang efisien dan menguntungkan,
  • berbagi penelitian medis dan ilmiah,
  • menetapkan undang-undang lingkungan,
  • menilai kesesuaian di bidang manufaktur,
  • dan anyak lagi lainnya.

Hingga saat ini, organisasi ISO terus berperan dalam menyusun dan menetapkan berbagai standar universal yang diterima dan diadopsi oleh negara-negara anggota pada khususnya.

Daftar Standar ISO

Hingga kini sudah sangat banyak standar yang diterbitkan ISO, seperti :

Daftar standar yang sudah diterbitkan oleh ISO untuk seluruh dunia dapat dibaca pada artikel dari standarku.com berikut :

Jenis Publikasi Standar ISO

Jenis Publikasi Standar ISO terdiri dari ISO :

  • Standar Internasional : ISO Standards
  • Spesifikasi Teknis : ISO/TS Technical Specifications
  • Laporan Teknikal : ISO/TR Technical Reports
  • Spesifikasi Tersedia Untuk Umum : ISO/PAS Publicly Available Specifications
  • Perjanjian Lokakarya Internasional : IWA International Workshop Agreements
  • Panduan : ISO Guides

Lebih jelas mengenai Publikasi Standar ISO dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Demikian artikel dari standarku.com mengenai badan ISO, suatu organisasi standardisasi internasional.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

Sumber referensi :

Leave a Comment