Memahami apa itu Standar ISO

Standar ISO adalah standar yang dibuat oleh satu organisasi standar internasional bernama ISO, yang terdiri dari perwakilan badan standardisasi nasional dari setiap Negara di dunia.

Arti dari Standar ISO

Bagian ini akan menjelaskan apa itu ISO dengan bahasan yang sederhana bagi orang yang awam dengan ilmu Manajemen Sistem.

Cerita mengenai pengalaman penulis

Penulis selama bekerja pernah berkesempatan mengikuti beberapa training ISO, seperti :

Ada keunikan saat memasuki materi pemahaman ISO, kebanyakan Trainer menguji peserta dengan pertanyaan : ISO itu apa?

Beberapa Trainer ada juga yang mencantumkan pertanyaan tersebut pada evaluasi awal atau Post Test sebelum Training dimulai.

Pada soal pilihan ganda peserta diminta memilih jawaban dari pertanyaan “apa kepanjangan dari ISO?”

A.      International Organization for Standardization
B.      International Standardization for Organization
C.      Tidak ada kepanjangannya

Umumnya peserta Training yang masih awam akan terjebak untuk menjawab “B”,

karena logika dari kata ISO adalah sebagai singkatan atau akronim dan yang paling sesuai adalah “International Standardization for Organization”.

Namun tanpa diduga, jawaban yang benar adalah “C”, nah kenapa ya?

Mari kita simak pada penjelasan mengenai sejarah perumusan nama ISO berikut.

Sejarah penentuan nama ISO

Sebenarnya, ISO adalah sebuah organisasi atau lembaga atau badan penetapan standar internasional.

Organisasi ini didirikan oleh wakil-wakil dari badan standardisasi nasional yang ada di hampur setiap negara di dunia.

Berikut adalah sedikit cerita mengenai sejarah perumusan nama ISO, cukup menarik untuk disimak kita bersama.

Para pendiri ISO, pada mulanya menggunakan bahasa yang berbeda yaitu Inggris dan Perancis,

Oleh karena itu ada dua singkatan yang berbeda, dari kesepakatan nama untuk “Organisasi Internasional untuk Standardisasi”, yakni :

  • Pada bahasa inggris menggunakan istilah “International Organization for Standardization”, yang kemudian disingkat dengan IOS.
  • Kemudian di bahasa Perancis menggunakan istilah “Organisation internationale de normalization”, yang disingkat menjadi OIN.

Karena adanya perbedaan tersebut diatas, maka para pendiri tersebut membuat kesepakatan lagi untuk pemilihan nama yang sesuai.

Akhirnya dipilihlah nama “ISO”, nama tersebut berasal dari bahasa yunani yang berarti sama (equal).

“Sama” ini juga banyak diterapkan di berbagai ilmu, berikut adalah beberapa contoh penerapan nama ISO di berbagai bidang :

  • isobar : didalam ilmu kimia, “isobar” adalah penamaan untuk atom-atom dari unsur yang berbeda, namun memiliki nomor massa yang sama.
  • isotherm : dalam ilmu fisika, “isotherm” adalah perubahan keadaan gas yang terjadi pada suhu yang sama.
  • isotop : dalam ilmu kimia, “isotope” adalah bentuk dari suatu unsur yang nukleusnya memiliki nomor atom yang sama.
  • air isotonik : artinya adalah air yang memiliki tekanan osmotik yang sama dengan tekanan darah tubuh.

Jadi cukup jelas bukan? bahwa ISO adalah sebuah nama yang disepakati oleh para pendiri dan bukan merupakan singkatan dari apapun.

Jika pembaca masih merasa kurang jelas, silahkan tulis di kolom komentar supaya kami bisa menyempurnakan isi dari web ini.

Pengertian Standar

Standar bisa dengan mudah kita temukan di seluruh sendi kehidupan, bahkan dari hal-hal yang sederhana.

Sebagai contoh adalah ukuran berat badan kita yakni 65 Kilogram dan tinggi 165 Centimeter.

Lalu mengapa menggunakan Kilogram atau Centimeter? Inilah yang disebut dengan standar.

Jika tidak ada standar pengukuran tinggi badan yaitu Centimeter tersebut, maka setiap orang akan menentukan tinggi badan masing-masing dengan cara masing-masing.

Ketika ditanya berapa tinggi badan anda?

Maka ada yang menjawab setinggi pohon mangga atau setinggi seekor rusa.

Sulit sekali untuk membandingkannya bukan?

Jadi kita butuh suatu syarat-syarat yang berisi kriteria, metode, pedoman, ketentuan, referensi, ataupun lainnya yang dapat diterima oleh siapapun di dunia ini.

Mudah sekali bukan untuk memahami pengertian Standar?

Standar adalah persyaratan yang dibuat oleh lembaga berwenang yang diakui oleh banyak pihak, biasanya berisi suatu kriteria, metode, proses atau teknis.

Sebagai contoh, lembaga berwenang tersebut bisa berupa :

Lebih jelas mengenai Standar dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Arti dari Standar ISO

ISO adalah salah satu standar internasional di dalam sebuah sistem manajemen yang berfungsi untuk  mengukur kualitas dari suatu organisasi.

Standar ini diakui dimanapun, dapat dibilang “sama” jika diterapkan di bagian manapun di dunia ini.

Jadi filosofinya adalah standardisasi atau penyamaan mengenai standar-standar yang ada di seluruh dunia.

Supaya bisa digunakan dimanapun tanpa harus melalui proses penyesuaian atau penyamaan lagi.

Penting sekali untuk bisa mengukur kredibilitas suatu perusahaan yang ingin diakui oleh dunia Internasional.

Dengan ISO ini, maka setiap perusahaan dapat mengukur dan meningkatkan sistem standar apapun yang mereka miliki.

Mengenai Organisasi ISO

Organisasi ISO didirikan pada 23 Februari 1947 di kota Genewa, Swiss.

ISO (International Organization for Standardization) merupakan lembaga nirlaba internasional.

Pada awalnya dibentuk dengan tujuan untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk berbagai tujuan yang lebih khusus.

Berbagai bentuk standar yang sudah pernah diterbitkan oleh badan ISO, antara lain adalah :

Dalam menetapkan suatu standar tersebut, organisasi ISO mengundang perwakilan anggotanya yang terdiri dari 130 negara.

Mereka dipanggil untuk duduk dalam struktur organisasi ISO sebagai :

  • Komite Teknis atau Technical Comittee (TC),
  • Sub Komite (SC), dan
  • Kelompok Kerja atau Work Group (WG).

Peserta ISO adalah seluruh badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar di dunia.

Lebih jelas mengenai organisasi ISO dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Keuntungan penerapan Standar ISO

Beberapa keuntungan dan fungsi dari penerapan ISO di perusahaan :

  • Meningkatkan citra atau kredibilitas perusahaan setelah mereka menerapkan standar ISO yang diakui secara internasional.
  • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan.
  • Meningkatkan efisiensi kegiatan : jika sebagian besar atau seluruh karyawan sudah mengikuti prinsip manajemen mutu sesuai standar ISO.
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan metode perbaikan, sepertu misalnya : metode PDCA (plan, do, check, action).
  • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
  • Mengurangi risiko usaha : penerapan sistem manajemen khusus dapat membantu perusahaan untuk mengetahui keseluruhan kinerja perusahaan. Antisipasi akan lebih cepat dilakukan jika ada indikasi produk gagal atau penurunan kinerja perusahaan. Hal ini akan mencegah resiko yang lebih tinggi jika tidak ada filter sistemik melalui ISO tersebut.
  • Meningkatkan daya saing.
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan.
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen atau mitra kerja atau pemodal : image atau brand perusahaan akan menjadi lebih positif dengan adanya sertifikasi ISO.

Penomoran Standar ISO

Organisasi ISO memberikan penomoran khusus untuk standar yang mereka keluarkan atau terbitkan.

Yaitu diawali dengan ISO dan diikuti dengan nomor khusus setelahnya, sesuai dengan penggolongan aplikasinya.

Berikut contoh penomorannya :

1 ISO 1 – ISO 19999
2 ISO 20000 – ISO 29999
3 ISO 30000 – ISO 39999
4 ISO 40000 – ISO 49999
5 ISO 50000 – ISO 59999
6 ISO 60000 – ISO 69999
7 ISO 80000 – ISO 89999
8 ISO 90000 – ISO 99999

Lebih jelas mengenai Daftar Standar ISO dapat dibaca pada artikel lain dari standarku.com berikut :

Negara Anggota Standar ISO

Berdasarkan data dari www.iso.org bahwa per 26 January 2018 badan ISO memiliki 164 anggota nasional di seluruh dunia.

Ada tiga macam kategori keanggotaan dari ISO yaitu :

Member bodies

Adalah badan nasional yang dianggap sebagai badan standardisasi yang mewakili ISO di setiap negara tersebut.

Anggota ISO jenis ini memiliki hak suara dalam penentuan kebijakan ISO di tingkat dunia.

Correspondent members

Yaitu negara yang tidak memiliki organisasi standardisasi sendiri.

Jenis keanggotaan ini menerima informasi mengenai hasil kerja dari ISO, tetapi mereka tidak dapat berpartisipasi dalam penetapan standar.

Subscriber members

Merupakan negara dengan tingkat ekonomi lemah.

Mereka membayar biaya keanggotaan yang lebih murah, tetapi diperbolehkan untuk mengikuti pengembangan standar ini.

Peta Negara Anggota ISO

Berikut adalah peta sebaran negara anggota ISO di seluruh dunia :

peta sebaran standar ISO di setiap negara di dunia
peta sebaran standar ISO di setiap negara di dunia
sumber / source : wikipedia.org

Gambar diatas menunjukkan peta dunia yang menunjukkan lokasi negara yang memiliki hubungan dengan ISO berdasarkan warna yaitu :

  • Biru : menunjukkan bahwa negara tersebut adalah anggota ISO yang memiliki badan standar nasional dan hak pilih ISO
  • Kuning : negara anggota namun tidak memiliki Badan Standar Nasional ISO
  • Merah : Negara pengguna ISO (terdiri dari negara yang ekonominya lemah)

Demikian artikel mengenai apa itu Standar ISO dari standarku.com, jika ada masukan silahkan disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :

sumber referensi :

Leave a Comment